Monday, October 9, 2017

Beasiswa Bazma Pertamina

Kehidupanku
Pada tanggal 22 November 1997, disuatu keluarga kecil di sebuah kota yang kecil lahirlah seorang  anak laki-laki bernama Rizki Wira Pratama. Anak laki-laki yang akrab disapa Rizki tersebut tidak lain adalah saya. Saya adalah anak pertama dari pasangan Ramlan Hattasomi dan Wita Mahdalena. Sejak lahir saya dibesarkan di kota kecil bernama Bengkulu. Disana saya menempuh pendidikan dari TK, hingga jenjang menengah pertama. Beranjang dewasa saya mendapatkan kesempatan merantau bersekolah di pulau seberang bernama pulau jawa disebuah kota belimbing bernama kota Depok. Hidup diperantauan membuat saya lebih banyak mengetahui makna dari sebuah kehidupan. Tidak ingin berpindah dari kota Depok, usaha saya untuk masuk ke universitas ternama di Indonesia tercapai. Di jenjang perguruan tinggi saya bisa mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia.
Dapat belajar di universitas ternama tidak jauh dari usaha dan doa kedua orang tua saya. Orang tua saya berasal dari keluarga yang sederhana. Keluarga ayah berasal dari desa pelosok di provinsi Bengkulu bernama Kayu Elang. Keluarga ibu berasal dari desa kecil bernama Masmambang. Dari dua keluarga sederhana tersebut muncullah sebuah keluarga baru yang beranggotakan lima orang. Ayah, Ibu, saya, dan kedua adik saya yang sudah mulai beranjak dewasa. Zafarullah Ahmad adalah adik laki laki saya. Selisih usia enam tahun membuat kami lebih akrab. Lathifa Rahmadhani adalah adik perempuan saya yang terpaut sebelas tahun. Kedua adik saya tinggal bersama ayah dan ibu serta masih menempuh pendidikan mereka di Bengkulu.
Mempunyai dua orang adik yang usianya terpaut jauh dari saya, membuat saya menjadi sebagai kepala rumah tangga kedua setelah ayah. Ayah selalu menasihati saya untuk belajar bagaimana hidup susah karena jika hidup enak semua orang bisa dan tidak perlu belajar lagi. Dari nasihat tersebut saya tahu bahwa keluarga saya banyak menggantungkan harapan mereka dipundak saya. Mereka berharap saya dapat menjadi panutan dan teladan bagi kedua adik saya dan nantinya mampu untuk menggantikan mereka apabila usia mereka semakin menua. Harapan dari mereka lah yang membuat warna di hari-hari saya dan menjadi motivasi saat saya sedang kehilangan semangat.
Berawal dari harapan orang tua untuk melihat anaknnya sukses, dari sana saya mulai bermimpi untuk menjadi agen perubahan bagi keluarga dan bangsa. Mimpi pertama saya adalah menjadi seorang ilmuan terkenal di Indonesia. Dari mimpi itulah saya mulai rajin belajar sejak sekolah menengah pertama. Di sana saya mulai memperdalam ilmu matematika untuk mencapai tingkat kejuaran nasional yaitu olimpiade sains nasiolal. Belajar hingga orang-orang tertidur dan kembali lagi belajar sebelum orang-orang terbangun. Rutinitas yang terus saya lakukan selama menempuh pendidikan di bangku menengah pertama tersebut. Selain melakukan usaha maksimal, tidak lupa saya iringi dengan doa. Berkat usaha dan doa, tahap demi tahap pun saya lalui, mulai dari tingkat kota, beradu cerdas di tingkat provinsi dan akhirnya sampai di titik akhir yaitu tingkat nasional. Di tingkat nasional saya pun belum puas disana. Ambisi dan harapan pun semakin besar, membayangkan diri saya meraih medali emas dan dapat mewakili Indonesia di kancah internasioal. Tetapi, nasib berkata lain, takdir belum memperbolehkan saya untuk mewakili Indonesia di kancah internasional. Dari kegagalan itulah saya belajar dan terus untuk mepebaiki diri. Kontribusi untuk Indonesia tidak hanya sekedar mengharumkan nama indonesia di dunia internasional tetapi masih banyak aspek-aspek yang dapat kita lakukan.
Salah satu aspek kontribusi nyata yang dapat dilakukan bagi seorang pemuda adalah ikut mencerdaskan generasi penerus-penerus bangsa. Karena sesuai dengan salah satu tujuan bangsa Indonesia yang tercantum dalam pembukaan undang-undang dasar 1947 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Bermulai dari cita-cita kecil itulah saya mulai untuk menawarkan diri sebagai pengajar bagi siswa-siswi dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Hal ini merupakan salah satu kegiatan yang sedang saya lakukan sambil menyelesaikan pendidikan strata satu di universitas Indonesia. Karena salah satu dari tiga tridarma perguruan tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Dengan mengabdi kepada masyarakat dan berbagi ilmu kepada para generasi muda kita telah mengamalkan tridarama perguruan tinggi dan telah berkontibusi nyata untuk Indonesia serta dapat membuat jiwa kepedulian sosial kita bertambah.
Disamping mengisi waktu dengan berbagi ilmu, saya juga aktif didalam salah satu kegiatan mahasiswa yaitu TRUI. TRUI merupakan singkatan dari Tim Robotika Universitas Indonesia. Di tim robotika saya ikut berkontribusi dalam penelitian dan pengembangan robot sepakbola beroda. Penelitian dan pengembangan merupakan nilai kedua di dalam tridarma perguruan tinggi. Dengan terus melakukan penelitian dan pengembangan terkhusus pada dunia teknologi, saya memiliki cita-cita untuk memajukan teknologi digital yang ada di Indonesia. Di era modern seperti saat ini, kemasyuran teknologi suatu negara merupakan salah satu aspek dari kemajuan suatu negara. Di masa yang akan datang kemajuan teknologi akan semakin pesat dan berkembang luas. Oleh karena itu, ketika saya nanti telah terjun ke masyakat, saya akan membuat Indonesia menjadi negara digital.

Dengan semua keunggualan dan rencana masa depan yang telah saya persiapkan, saya yakin bersama beasiswa bazma pertamina saya dapat mewujudkannya.

Friday, December 27, 2013

Soal OSN 2013 tingkat Kabupaten/Kota bidang matematika

Pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2013 diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Di bawah ini saya mempunyai soal OSN tingkat Kabupaten/Kota tahun 2013 bidang matematika.
Semoga bermanfaat ya...
Download